Tinjauan Kritis atas Arisan Motor Melalui Lelang
Oleh : Drs. H. Mohamad Taufik, SH.
PENDAHULUAN
Berbagai transaksi yang ada di masyarkat kita, bangsa Indonesia adalah arisan. Arisan lazim dilakukan oleh kelompok ibu-ibu. Namun lambat laun model transaksi ini cepat berkembang ke dalam transaksi lainnya. Diantaranya adalah transaksi arisan motor.
Arisan merupakan bentuk gotong-royong antar anggota arisan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa yang dikehendaki bersama. Misalnya arisan uang, arisan haji dan arisan lainnya yang biayanya dipikul bersama dan untuk mendapatkannya bergilir tiap minggu, bulan atau tahun.
Manusia adalah mahluk sosial, dalam bersosialisasi manusia mengenal berbagai macam cara di antaranya adalah dengan arisan. Arisan dalam hukum Islam pada umumnya dikategorikan ke dalam bentuk syirkah.[1],
Penulis telah berupaya mendiskusikan arisan motor dengan Bapak Bismo GP. Di perum Doplang RT.02 Rw. 06, Kelurahan Doplang, Kecamatan dan Kabupaten Purworejo, salah seorang yang telah menyelenggarakan arisan motor dan mobil.
Arisan motor dilaksanakan perkelompok sebanyak 150 orang s/d 175 orang, dengan syarat uang lelang motor sebesar 5 juta sampai 7,5 juta rupiah dan sisanya bagi yang menang Rp. 100.000 / bulan selama lima tahun atau 60 bulan. Dan ada uang administrasi untuk pengelola arisan sebesar Rp. 600.000,-
Jika ada anggota yang tidak lancar membayar cicilan maka melalui jasa penagih yang bekerja sama dengannya maka penagih tersebut mendapatkan 20% dari hasil tagihan pada anggota saat itu. Jika ada anggota yang belum bisa mencicil iurannya, maka dikasih tenggang waktu satu tahun, selama setahun tidak bisa juga melunasi iurannya maka pak Bismo dengan terpaksa menarik motor anggota tersebut dan dilelangkan pada anggota yang lain, kelebihannya dikembalikan pada anggota tsb.
Syarat lainnya adalah surat-surat BPKB tetap disimpan pada penyelenggara sebagai jaminan arisan dan kepercayaan anggota arisan lainnya.
Ada juga contoh arisan motor lainnya yang diselenggarakan oleh CV. Mandiri Konstiti ini dalam hukum Islam dikategorikan ke dalam bentuk sewa beli atau kredit, yang dalam bahasa arab disebut al-Bai' bi at Taqsit. Arisan merupakan ajang untuk bersilaturahmi antara anggota arisan, di samping itu juga bertujuan ekonomis, khususnya bagi penyelenggara arisan. Arisan motor yang diadakan oleh CV. Mandiri Konstiti Krapyak Wetan Yogyakarta dalam pengundiannya menggunakan sistem lelang, yaitu siapapun peserta arisan yang berani melelang dengan nilai nominal lelang paling besar dialah yang akan mendapatkan sepeda motor tersebut. Sistem lelang tersebut menggunakan nilai minimum lelang yang ditetapkan oleh penyelenggara arisan. Untuk itu nominal lelang yang diajukan oleh peserta harus lebih tinggi dari nilai minimum lelang, dan apabila pada suatu saat tidak ada yang melelang maka arisan dilakukan dengan cara diundi, dan peserta yang mendapatkan undian tersebut harus membayar sebesar nilai minimum lelang, dan bagi peserta yang mendapatkan giliran terakhir tidak perlu membayar (0%)[2].
Untuk arisan Motor di Pak Bismo GP. Angota terakhir tetap menyerahkan uang lelang minimum karena untuk mencukupi harga motor ditambah uang setoran selama 60 kali tersebut. Sehingga antara penyelenggara dan anggota tidak ada yang dirugikan.
Ada contoh kasus arisan motor yang ujung-ujungnya bentuk penipuan yang terjadi di Madiun. Sebagaimana pembahas kutip dari berita kompas sebagai berikut :
MADIUN, RABU - Ratusan orang yang berasal dari sejumlah kota di Jawa Timur tertipu arisan mobil dan sepeda motor. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pemilik arisan, berinisial F (40), sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di markas Kepolisian Wilayah Madiun.
F yang bertempat tinggal di Desa Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan membentuk dua arisan sejak tahun 2005. Arisan mobil Xenia yang di dalamnya terdapat 16 kelompok arisan yang keseluruhan anggotanya berjumlah 2.720 orang dan arisan sepeda motor Honda Supra yang di dalamnya ada 200 kelompok arisan yang jumlah anggotanya 17.000 orang.
Anggotanya tidak hanya berasal dari Magetan tetapi juga berasal dari Madiun, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Mojokerto, bahkan sampai Wonogiri, Jawa Tengah.
Untuk arisan mobil, anggotanya diharuskan membayar Rp 600.000 per bulan selama 60 bulan. Sementara untuk arisan sepeda motor, anggotanya harus membayar arisan senilai Rp 100.000 per bulan selama 60 bulan.
Menurut sejumlah koordinator kelompok arisan yang kemarin (29/10) dimintai keterangan penyidik Polwil Madiun, di setiap kelompok arisan, F mengikutsertakan sekitar 25-30 nama yang sebetulnya nama itu atas nama dirinya.
Namun di tengah perjalanan, setelah nama-nama milik F ini mendapatkan hadiah arisannya, baik mobil ataupun sepeda motor, F tidak lagi menyetorkan iuran per bulan.
Hermanto, salah satu koordinator arisan mobil, mengaku hal ini sudah terjadi sejak Februari 2008. Sementara Sundari, salah satu koordinator arisan motor, hal ini terjadi sejak November 2006. Imbasnya, koordinator harus mengeluarkan uang sendiri untuk menutupi iuran yang seharusnya dikeluarkan oleh F.
Tidak hanya itu, koordinator arisan lainnya, Sumarmi, mengatakan beberapa waktu lalu, salah satu anggotanya memenangkan arisan mobil. Namun uang arisan yang sudah disetorkan ke F tidak kunjung dibalas dengan pemberian mobil kepada anggotanya.
Kerugian yang dialami koordinator akibat tindakan F ini sampai ratusan juta rupiah. Hermanto, misalnya, mengaku merugi sampai Rp 436 juta, yang dihitung dari bulan Februari sampai bulan ini. Sementara Edi, suami dari Sundari, mengaku merugi sampai Rp 50 juta.[3]
ANALISA
Jadi ada perbedaan cara menyelenggarakan arisan motor. Bapak Bismo hanya memanfaatkan jasa dari tiap anggota 600.000,- selebihnya dari dealer yang dia ajak kerja sama karena merek motor tergantung selera anggota, sehingga arisan tiap bulanpun akan disesuaikan. Setelah pembahas hitung dan diperbandingkan dengan hutang di Adira finance ternyata jauh berbeda. Dengan arisan di pak Bismo ditotal hampir sama dengan membeli motor secara tunai di dealer. Sedangkan dengan pinjam uang di bank yang bunganya sekian persen juga di Adira finannce yang berunga juga bisa dua kali lipat harganya. Oleh karena itu Arisan motor di Pak Bismo GP tidak semata-mata mencari untung besar tetapis saling tolong-menolong atau Ta’awuniayah semata.
PENUTUP
Meskipun arisan motor atau mobil adalah gotong royong untuk mendapatkannya namun perlu hati-hati karena sudah ada kasus seperti di Madiun. Unsur penipuan ada atau tidak? Atau kita bandingkan jika pinjam dengan bank harganya berlipat, sama atau lebiih rendah? Sebaiknya tanyakan dulu profil penyelenggara, syarat-syaratnya dan kemungkinan-kemungkiannya jika ada hal hal yang tidak jelas (ada unsur ghoror) bisa kita hindari.
Daftara Pustaka
- http://digilib.uin-suka.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=digilib-uinsuka--sitihijriy-689&q=Islam
- http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/29/20205363/ratusan.orang.tertipu.arisan.mobil.dan.motor
[1] http://digilib.uin-suka.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=digilib-uinsuka--sitihijriy-689&q=Islam 00.55 WIB 9-8-09
[2] ibid
[3] http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/29/20205363/ratusan.orang.tertipu.arisan.mobil.dan.motor.



